[ad_1]

Dewan Biji-bijian Internasional, bersama dengan Ekosistem IMEAA dan dukungan dari Microsoft AI for Good, telah meluncurkan Smart Global Grains Trade Challenge 2026 untuk mempromosikan solusi digital, berbasis data, dan berbasis AI di seluruh perdagangan biji-bijian global.

Dewan Biji-bijian Internasional (IGC) telah meluncurkan inisiatif inovasi global baru yang bertujuan untuk mempercepat transformasi digital dalam perdagangan biji-bijian, ketika rantai pasokan menghadapi tekanan yang semakin besar akibat ketidakstabilan iklim, ketegangan geopolitik, dan kompleksitas operasional. Program bertajuk Smart Global Grains Trade Challenge 2026 ini diselenggarakan bersama dengan India Middle East Agri Alliance Ecosystem (IMEAA Ecosystem) dan didukung oleh Microsoft AI for Good.

Menurut IGC, lebih dari 500 juta metrik ton sereal dan biji-bijian, senilai sekitar US$156 miliar, diperdagangkan secara global setiap tahun, berpindah dari lebih dari 140 negara pengekspor ke hampir 200 pasar tujuan. Dewan mengatakan jaringan luas ini mendukung jutaan petani, menghubungkan ribuan pelaku pasar dan memainkan peran penting dalam ketahanan pangan dan gizi antara wilayah surplus dan defisit.

Dalam pengumumannya, IGC menggarisbawahi bahwa perdagangan biji-bijian tidak lagi hanya sekedar pergerakan fisik komoditas. Ketika rantai pasokan menjadi lebih kompleks dan paparan terhadap risiko iklim dan geopolitik semakin meningkat, peran alat digital dan kecerdasan buatan menjadi semakin strategis. Dewan menyoroti berbagai bidang di mana teknologi telah mengubah sektor ini, termasuk riset pasar, analisis data, intelijen cuaca, manajemen pasca panen, logistik, ketertelusuran, pelaksanaan kontrak, manajemen risiko, dan pengurangan limbah makanan.

Tantangan baru ini dirancang untuk mengidentifikasi dan menampilkan solusi inovatif berbasis teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan ketahanan operasi perdagangan biji-bijian global. Fokus utamanya adalah pada digitalisasi proses perdagangan biji-bijian, khususnya di segmen pasca panen, dengan penekanan pada solusi yang dapat diperluas ke seluruh wilayah Dunia Selatan.

Pendaftaran terbuka untuk perusahaan rintisan, peningkatan skala, dan perusahaan mapan yang mengembangkan solusi digital inovatif, berbasis data, atau berbasis AI untuk sektor perdagangan biji-bijian. Kompetisi ini akan diselenggarakan dalam tiga kategori berdasarkan pendapatan: usaha dengan pendapatan tahunan hingga US$2 juta, usaha yang menghasilkan antara US$2 juta dan US$5 juta, dan perusahaan dengan pendapatan lebih dari US$5 juta.

Tantangan ini resmi dibuka pada 23 Maret 2026, dengan batas waktu penyerahan ditetapkan pada 30 April 2026. Pemenang akan mendapat kesempatan bergengsi untuk mempresentasikan solusinya di International Grains Conference 2026 pada 10 Juni 2026, yang diadakan di IET Savoy Place di London. Selain visibilitas global, para finalis akan bersaing untuk memperebutkan total hadiah sebesar US$150.000.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai proses aplikasi, pihak yang berminat dapat menghubungi digitalchallenge@igc.int atau info@imeaa.org

[ad_2]

IGC meluncurkan tantangan inovasi global untuk mempercepat digitalisasi perdagangan biji-bijian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *